Tuntutan Tidak Ditanggapi Terkait Limbah Minyak Mentah
Pangkalansusu (SIB)
Merasa tuntutannya tidak ditanggapi, sekira 60-an nelayan Besitang, Langkat, yang mengaku menderita penyakit kulit akibat limbah minyak mentah (Crud Oil) mendatangi kantor PT Pertamina EP Field Pangkalansusu, Senin (15/11). Para nelayan yang didominasi kaum ibu itu meminta agar manajemen perusahaan Migas tersebut bertanggungjawab atas biaya pengobatan termasuk ganti kerugian selama mereka tidak bekerja karena sampai saat ini sekira 27 orang di antara warga masih menderita sakit akibat limbah minyak tersebut.
Tuntutan warga disampaikan perwakilan nelayan yakni, Ismail IB (Ketua Rukun HNSI Bukit Kubu, Kecamatan Besitang), EP Sembiring dan Buyung diterima Ka.Layanan Operasi (KLO) Tergiah Sembiring didampingi PWS Sekurity, Nasbin Harahap. Pertemuan juga dihadiri Kapolsek Pangkalansusu AKP Warsiman didampingi Kanit Res, Ipda ABD Rachman SH termasuk anggota DPRD Langkat asal pemilihan dari daerah itu, Syahrial Efendi Simanjuntak.
Menurut perwakilan nelayan, puluhan warga nelayan yang menjadi korban limbah minyak mentah PT Pertamina itu telah dilaporkan ke pihak Pertamina sejak akhir Oktober lalu, namun sampai sekarang masalah itu belum dapat diselesaikan.
“Jikalau bukan akibat limbah minyak Pertamina warga nelayan ini menderita penyakit kulit, saya ini siap
Merasa tuntutannya tidak ditanggapi, sekira 60-an nelayan Besitang, Langkat, yang mengaku menderita penyakit kulit akibat limbah minyak mentah (Crud Oil) mendatangi kantor PT Pertamina EP Field Pangkalansusu, Senin (15/11). Para nelayan yang didominasi kaum ibu itu meminta agar manajemen perusahaan Migas tersebut bertanggungjawab atas biaya pengobatan termasuk ganti kerugian selama mereka tidak bekerja karena sampai saat ini sekira 27 orang di antara warga masih menderita sakit akibat limbah minyak tersebut.
Tuntutan warga disampaikan perwakilan nelayan yakni, Ismail IB (Ketua Rukun HNSI Bukit Kubu, Kecamatan Besitang), EP Sembiring dan Buyung diterima Ka.Layanan Operasi (KLO) Tergiah Sembiring didampingi PWS Sekurity, Nasbin Harahap. Pertemuan juga dihadiri Kapolsek Pangkalansusu AKP Warsiman didampingi Kanit Res, Ipda ABD Rachman SH termasuk anggota DPRD Langkat asal pemilihan dari daerah itu, Syahrial Efendi Simanjuntak.
Menurut perwakilan nelayan, puluhan warga nelayan yang menjadi korban limbah minyak mentah PT Pertamina itu telah dilaporkan ke pihak Pertamina sejak akhir Oktober lalu, namun sampai sekarang masalah itu belum dapat diselesaikan.
“Jikalau bukan akibat limbah minyak Pertamina warga nelayan ini menderita penyakit kulit, saya ini siap
