Kotak Pencarian

Selasa, 16 November 2010

PULUHAN NELAYAN BESITANG DATANGI PT PERTAMINA PANGKALANSUSU

Tuntutan Tidak Ditanggapi Terkait Limbah Minyak Mentah
Pangkalansusu (SIB)
Merasa tuntutannya tidak ditanggapi, sekira 60-an nelayan Besitang, Langkat, yang mengaku menderita penyakit kulit akibat limbah minyak mentah (Crud Oil) mendatangi kantor PT Pertamina EP Field Pangkalansusu, Senin (15/11). Para nelayan yang didominasi kaum ibu itu meminta agar manajemen perusahaan Migas tersebut bertanggungjawab atas biaya pengobatan termasuk ganti kerugian selama mereka tidak bekerja karena sampai saat ini sekira 27 orang di antara warga masih menderita sakit akibat limbah minyak tersebut.
Tuntutan warga disampaikan perwakilan nelayan yakni, Ismail IB (Ketua Rukun HNSI Bukit Kubu, Kecamatan Besitang), EP Sembiring dan Buyung diterima Ka.Layanan Operasi (KLO) Tergiah Sembiring didampingi PWS Sekurity, Nasbin Harahap. Pertemuan juga dihadiri Kapolsek Pangkalansusu AKP Warsiman didampingi Kanit Res, Ipda ABD Rachman SH termasuk anggota DPRD Langkat asal pemilihan dari daerah itu, Syahrial Efendi Simanjuntak.
Menurut perwakilan nelayan, puluhan warga nelayan yang menjadi korban limbah minyak mentah PT Pertamina itu telah dilaporkan ke pihak Pertamina sejak akhir Oktober lalu, namun sampai sekarang masalah itu belum dapat diselesaikan.
“Jikalau bukan akibat limbah minyak Pertamina warga nelayan ini menderita penyakit kulit, saya ini siap

Hujan Deras Guyur Bukit Lawang, Tiga Villa di Lokasi Wisata Tertimbun Lumpur

Langkat (SIB)
Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat tiga unit villa (penginapan) di objek wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Langkat, tertimbun tanah longsor, Senin dinihari (15/11) sekitar pukul 01.30 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah harta benda, perabotan dan barang dagangan rusak.
Informasi diperoleh, peristiwa longsor berupa lumpur itu berawal sejak dua hari terakhir hujan deras kerap mengguyur secara sporadis di lokasi objek wisata Bukit Lawang dan Bahorok. Diduga arus air cukup deras mengakibatkan erosi dan melongsorkan perbukitan lalu menimbun sejumlah penginapan yang berada tidak

Kamis, 11 November 2010

NELAYAN BATUBARA TAK BERANI MELAUT

Medan (SIB)
Nelayan di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, tidak berani melaut akibat angin kencang yang menyebabkan gelombang air laut meninggi dalam beberapa hari terakhir.
“Ombaknya bisa mencapai dua meter,” kata Nizamuddin (42), nelayan asal Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Batubara di Medan, Rabu.
Nizamuddin mengatakan, tingginya gelombang air dan tiupan angin di laut menyebabkan nelayan Batubara yang umumnya menggunakan perahu kecil tidak berani menangkap ikan.
Akibatnya, nelayan Batubara hanya menangkap ikan di pinggiran pantai guna menghindari tiupan angin kencang dan hempasan gelombang air laut.

Minggu, 07 November 2010

Kuncen Gunung Kerinci Gelar Ritual "Tawo Sedingin"

Kerinci, Jambi (ANTARA) - Juru Kunci atau "Kuncen" Gunung Kerinci, Mbah Kasirin mengatakan pada 10 November mendatang dirinya akan melakukan ritual penyerahan "tawo sedingin" semacam sesajen ke puncak Gunung Kerinci.
"Memang benar ada rencana Mbah Kasirin, juru kunci atau Kuncen Gunung Kerinci akan melakukan ritual menyerahkan `tawo sedingin` ke puncak Gunung Kerinci, tapi itu bukan ritual massal," terang Camat Kayu Aro Yal Kasni di Kerinci, Minggu.
Dikatakan Yalkasni, ritual yang akan digelar Mbah Kasirin tersebut hanyalah ritual pribadi sang Kuncen guna menunaikan wangsit mimpi yang diperolehnya tentang Gunung Kerinci yang terus menerus diterimanya semenjak sebulan lalu.

Banjir Dua Meter di Tapanuli Selatan

Liputan6.com, Tapanuli Selatan: Sungai Batang Selai di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, meluap. Akibatnya, ratusan rumah di dua kecamatan, yakni Angkola Selatan dan Sangkunur, tergenang banjir, baru-baru ini.
Di kedua wilayah tersebut, antara lain Desa Malombu dan Sibukkas, ketinggian air ada yang mencapai dua meter. Kondisi itu membuat desa tersebut tak bisa dilintasi kendaraan bermotor. Sejumlah sepeda motor mogok karena nekat menerjang air.
Banjir membuat aktivitas terganggu. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian lain adalah terendamnya ratusan hektare lahan perkebunan dan sawah milik warga.(ULF)


sumber: http://id.news.yahoo.com/lptn/20101104/tid-banjir-dua-meter-di-tapanuli-selatan-c237b35.html